Skip to main content

Posts

PRIORITAS !

Kuliah Kerja Kuliah Kerja Kuliah kerja  ? Kerja Kuliah Kerja Kuliah Kerja Kuliah ? Entahlah dua kalimat tersebut bisa kalian bolak-balik dan mudah di ucap, tapi bisakah kalian prioritaskan dua-duanya ? -_____________________- Bisa Insya Allah bro dan sis, saya menjalani dua-duanya. Capek ga ? ditambah lagi agak salah jurusan *kenapa curhat* yg pasti CAPE pake bangett cuma sekarang bukan saatnya ngeluh wong udah keputusan dari awal buat apa di sesali terlebih lagi dapet dukungan penuh dari ibu bapak yg im so love them ❤ ❤ ❤ Dari dulu saya emng selalu PD (percaya diri) atas segala hal tentang restu orangtua,kalo udh dapet restu mereka bawaanya tenang aja tetep sih "Bad Think" selalu mewarnai kegalauan tentang masa depan kebayang2 kalo gagal "gimana ya IP semster ini ?" wisuda gue tepat waktu ga ya ?" bisakerja di perusahaan besar itu ga ya? " Ahhhhhhhh banyak sekali yang terbayang-bayang dalam benak saya dan mungkin anda semua pun sama :) Co...
DUNIA ALLAH JAMIN, AKHIRAT CARI SENDIRI! “Kesungguhanmu mengejar apa yang sudah dijamin untukmu dan kelalaianmu melaksanakan apa yang dituntut darimu, adalah bukti dari rabunnya mata hatimu” Apakah Allah Maha Mengetahui? Ya. Kalau begitu Allah tahu apa yang terjadi esok? Ya. Apakah Allah tahu kapan kita meninggal? Ya, Dia yang menentukan ajal. Apakah Allah tahu bagaiman rezeki kita selama hidup? Ya, Dia yang menentukan rezeki. Apakah Allah tahu suatu saat nanti kita akan menjadi kaya, miskin, punya jabatan tinggi atau nggak, dsb? Ya. Apakah Allah tahu segala apa yang terjadi di dunia dari awal hingga akhir nanti? Ya, Dia yang memprogram takdir dengan sempurna. Allah Maha Mengetahui segalanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya yang pertama kali diciptakan Allah adalah qalam (pena). Allah berfirman kepada qalam tersebut, “Tulislah”. Kemudian qalam berkata, “Wahai Rabbku, apa yang ak...
Jika suatu saat nanti kau jadi ibu   Jika suatu saat nanti kau jadi ibu,  Ketahuilah bahwa telah lama umat menantikan ibu yang mampu melahirkan pahlawan seperti Khalid bin Walid. Agar kaulah yang mampu menjawab pertanyaan Anis Matta dalam Mencari Pahlawan Indonesia: “Ataukah tak lagi ada wanita di negeri ini yang mampu melahirkan pahlawan? Seperti wanita-wanita Arab yang tak lagi mampu melahirkan lelaki seperti Khalid bin Walid?” Jika suatu saat nanti kau jadi ibu, jadilah seperti Asma’ binti Abu Bakar yang menjadi inspirasi dan mengobarkan motivasi anaknya untuk terus berjuang melawan kezaliman. “Isy kariman au mut syahiidan! (Hiduplah mulia, atau mati syahid!),” kata Asma’ kepada Abdullah bin Zubair. Maka Ibnu Zubair pun terus bertahan dari gempuran Hajjaj bin Yusuf as-Saqafi, ia kokoh mempertahankan keimanan dan kemuliaan tanpa mau tunduk kepada kezaliman. Hingga akhirnya Ibnu Zubair syahid. Namanya abadi dalam sejarah syuhada...
Untukmu Wahai Penuntut Ilmu… Syaikh Abdurrrahman bin Hasan rahimahullah berkata kepada saudara-saudaranya penuntut ilmu. “Yang aku wasiatkan kepada kalian dan juga kepada diriku agar kalian semua bertakwa kepada Allah, ikhlas mengharapkan wajah-Nya semata dalam meuntut ilmu, begitu juga dalam semua amalan. Agar kalian semua mendapat keuntungan berupa pahala yang besar. Wasapdalah terhadap orang yang mendewakan akal, yang menuntut ilmu hanya untuk berdebat dan membanggakan diri. Karena ini bentuk bahaya yang amat besar. Termasuk juga orang yang menuntut ilmu demi mendapatkan harta dunia dan kedudukan di mata manusia. ingin dijadikan  pemimpin diantara mereka dan mencari pujian. Inilah kerugian yang nyata.. Andaikan tidak ada larangan keras untuk harapan ini selain firman Allah ta’ala (yang artinya), ‘Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti Kami berikan balasan penuh atas amalan mereka di d...
Belenggu Wanita ??   Ko bisa ya hari gini masih mendengar ucapan “ngapain perempuan sekolah tinggi-tinggi atau pinter-pinter kalau ujung2nya CUMA ngurus anak doang.”  aku tahu kenapa harus jadi wanita cerdas sekolah tinggi bukan alasan untuk mencari pekerjaan. Karena menafkahi tugas seorang ayah.Sekolah tinggi bukan alasan untuk kepentingan gelar. Karena pada akhirnya, gelar bukan yang ditanya oleh-Nya.Toh menjadi cerdas bukan hanya dengan sekolah tinggi dan 80% kepandaian anak adalah dari ibunya . Menjadi wanita cerdas berarti menjadi ibu cerdas. Wanita cerdas untuk generasi cerdas. Jadi, stop menganggap rendah kegiatan “mengurus anak” ya. Apalagi menganggap wanita tidak perlu sampai pintar kalau hanya ingin mengurus anak atau tidak berkarir. Wanita tiang keluarga. Wanita tiang negara. Baiknya kualitas wanita, insya Allah baik pula kualitas bangsanya. Wanita adalah madrasah pertama anak-anak. Apapun sarananya : sekolah formal atau sarana menuntut ilmu lain...
Aku Ujian Bagimu, Kamu Ujian Bagiku Diangkat dari sebuah kisah nyata, tentang seorang lelaki shalih dan perempuan shalihah, atau lebih tepatnya.. tentang kedua insan manusia yang selalu berupaya untuk selalu mendekat kepada Allah Subhanahu wata’alla. Lelaki tersebut bernama Putra, dan perempuan tersebut bernama Adinda. Tentu saja bukan nama sebenarnya. Tapi yang pasti, ini adalah kisah nyata. Benar-benar terjadi. *** Putra adalah seorang lelaki yang dibekali Allah pengalaman hidup yang tidak biasa. Masa mudanya sempat diwarnai oleh berbagai macam pilihan kehidupan yang tidak tepat, yang kemudian menghantarkannya kepada sebuah jurang. Tapi ternyata, itu merupakan jurang yang sangat disyukuri. Adanya jurang kehidupan tersebut membentuk seorang Putra menjadi sosok yang semakin mendekat kepada Allah. Mentalnya ditempa, tanggung jawabnya diuji. Hantaman keras masa lalunya menggerakkan seorang Putra untuk menyebarkan ilmu bagi banyak orang agar tidak terjerumu...
Assalammualikum calon penghuni surganya Allah :) heehehehe im come back*jumpinggg* tadi lagi googling nih terus baca tmline tentang 'JODOH' dari @FaziahHijab ... Mau tauu silahka di baca kaka-kaka :)    1) Usahaku mensederhanakan diri. Mensederhanakan pakaianku, hatiku, sifatku. Semoga Allah Ridho.    2) Mungkin aku memang bukan wanita sempurna. Namun memang itulah aku. Dengan adanya dirimu disisiku nanti. Kita sempurnakan satu sama lain   3) Ingin berkata cemburu. Namun tak pantas rasanya. Aku belum halal untukmu. Lagi pula. Siapa aku? Aku bukan siapa-siapamu   4) Lebih baik aku cemburu kepada seorang akhwat yang punya ibadah lebih unggul dariku. Karena dirinya memantaskan diri lebih baik daripadaku   5) Sudahlah. Tak ada waktu memikirkanmu. Lebih baik aku menunggu dalam ketaatan. Penjagaan diri. Serta pemantasan diri   6) Namun perlu kamu tau. Aku mencintaimu karena Allah. Jika hil...