Skip to main content


Assalammualikum calon penghuni surganya Allah :)

heehehehe im come back*jumpinggg* tadi lagi googling nih terus baca tmline tentang 'JODOH' dari @FaziahHijab ... Mau tauu silahka di baca kaka-kaka :) 

 

1) Usahaku mensederhanakan diri. Mensederhanakan pakaianku, hatiku, sifatku. Semoga Allah Ridho. 

 

2) Mungkin aku memang bukan wanita sempurna. Namun memang itulah aku. Dengan adanya dirimu disisiku nanti. Kita sempurnakan satu sama lain

 

3) Ingin berkata cemburu. Namun tak pantas rasanya. Aku belum halal untukmu. Lagi pula. Siapa aku? Aku bukan siapa-siapamu

 

4) Lebih baik aku cemburu kepada seorang akhwat yang punya ibadah lebih unggul dariku. Karena dirinya memantaskan diri lebih baik daripadaku

 

5) Sudahlah. Tak ada waktu memikirkanmu. Lebih baik aku menunggu dalam ketaatan. Penjagaan diri. Serta pemantasan diri

 

6) Namun perlu kamu tau. Aku mencintaimu karena Allah. Jika hilang cintamu pada Allah. Hilanglah pula cintaku padamu

 

7) Aku mencintaimu karena aku melihat ibadahmu yang aku yakin bisa menjadi imam untuk shalat malamku nanti.

 

8) Aku mencintaimu karena buktimu atas kerja keras mencari nafkah. Dan aku akui, kamu seorang yang pantang menyerah.

 

9) Aku mencintaimu karena bicaramu yang tegas, namun santun.

 

10) Aku mencintaimu karena melihat caramu bagaimana menghargai 

seorang wanita.

 

11) Aku mencintaimu karena aku yakin kamu bisa menjadi ayah yang baik bagi anak-anakku. Dan membawa keluarga kecilmu ke Jannah-nya kelak.

 

12) Namun maaf cintaku padamu, tak bisa kuumbar.

 

13) Aku melakukan dengan cara yang Allah suka. Aku percayakan urusanku pada Allah dari hulu ke hilir.

 

14) Aku percaya. Jika kita berdua sudah siap. Allah akan menggerakkan hatimu untuk menjemputku

 

15) Imamku, Jodoh Dunia Akhiratku. Mari kita terus memantaskan diri menjadi yang lebih baik

 

Semoga 15 point ini  bermanfaat ya.Ingat, lakukan dengan cara yang Allah suka. #YangPentingAllahSuka.TITIK


Regard, Calon Makmum-mu :)


 

Comments

Popular posts from this blog

Dibalik Kesibukan Kita

Kata seseorang, “Kata sibuk hanya keluar dari seseorang yang tidak bisa mengatur waktunya.”  Aku rasa kita bukanlah orang-orang sibuk, kita hanyalah orang yang diberikan bagitu banyak aktivitas. Mungkin kita lelah, tapi aku rasa itu adalah sebuah bentuk perlindungan yang manis. Bila kita mau memahami dari sudut pandang yang berbeda. Bila Allah memberikan begitu banyak amanah kepada kita, tidak hanya urusan diri sendiri, tapi juga amanah orang lain. Mungkin itu adalah sebuah bentuk perlindungan-Nya agar pikiran kita tidak terbang kemana-mana. Dia membuat waktu kita penuh dengan hal-hal yang bermanfaat. Pikiran kita dicurahkan untuk hal-hal yang jauh lebih penting daripada sekedar melamunkan seseorang. Membayang-bayangkan masa depan. Padahal masa depan itu adalah hari ini. Hari yang sedang kita jalani. Allah tidak ingin membiarkan kita memikirkan seseorang. Meski seseorang itu benar, tapi memikirkannya berlebihan bukanlah sebuah hal baik. Meski seseorang itu takdir, t...

Quotes by Ustadz Salim A Fillah

"Alangkah seringnya  Mentergesai kenikmatan tanpa ikatan  Membuat detik-detik di depan terasa hambar  Belajar dari ahli puasa  Ada dua kebahagiaan baginya  Saat berbuka  Dan saat Allah menyapa lembut memberikan pahala  Inilah puasa panjang syahwatku  Kekuatan ada pada menahan  Dan rasa nikmat itu terasa, di waktu buka yang penuh kejutan  Coba saja  Kalau Allah yang menghalalkan  Setitis cicipan surga  Kan menjadi shadaqah berpahala  Buku ini dipersembahkan untuk mereka yang lagi jatuh hati atau sedang pacaran bersama doi yang dipenuhi hasrat nikah dini tapi belum bernyali yang sedang menjalani proses penuh liku dan yang ingin melanggengkan masa-masa indah pernikahannya...”  ―  Salim Akhukum Fillah ,  Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan “Ada kata yang merangkum kesetaraan, perhatian, & cinta! Laki-laki & Perempuan saling mengenal, saling memahami, sal...

Pegangan Hidup - Prof Buya Hamka

Pernah di zaman Nabi Muhammad SAW didalam riwayat ada diceritakan Pada suatu hari kira-kira  pukul 09.00 pagi sepenggalah matahari naik , Rasul SAW berjalan dari rumahnya menuju mesjid ke dalam mesjid beliau yang mulia di madinah, ketika itu biasanya ada juga orang yang sembahyang di mesjid, sembahyang sunnah dhuha tapi umumnya masyarakat  sudah keluar dari rumahnya pagi-pagi bekerja menurut bidang masaing-masing, ada yang pergi bertani, yang pergi berniaga, yang pergi menggembalakan unta atau kambingnya, tinggallah beberapa orang saja.  Beliau lihat di sudut mesjid ada satu orang pemuda sedang duduk tafakkur termenung, mukanya kelihatan muram saja menunjukkan kesedihan yang terpendam dalam hatinya, Rasul SAW mendekat kepada pemuda yang tafakkur itu….Setelah dilihatnya Rasul SAW datang, dia pun menengadahkan  muka.  Rasul Saw pun bertanya: “mengapa disaat begini, engkau duduk tafakkur di dalam mesjid dan wajah mu kelihatan ada menampa...