Skip to main content

Belenggu Wanita ??

 

Ko bisa ya hari gini masih mendengar ucapan “ngapain perempuan sekolah tinggi-tinggi atau pinter-pinter kalau ujung2nya CUMA ngurus anak doang.” 

aku tahu kenapa harus jadi wanita cerdas sekolah tinggi bukan alasan untuk mencari pekerjaan. Karena menafkahi tugas seorang ayah.Sekolah tinggi bukan alasan untuk kepentingan gelar. Karena pada akhirnya, gelar bukan yang ditanya oleh-Nya.Toh menjadi cerdas bukan hanya dengan sekolah tinggi dan 80% kepandaian anak adalah dari ibunya. Menjadi wanita cerdas berarti menjadi ibu cerdas. Wanita cerdas untuk generasi cerdas.

Jadi, stop menganggap rendah kegiatan “mengurus anak” ya. Apalagi menganggap wanita tidak perlu sampai pintar kalau hanya ingin mengurus anak atau tidak berkarir.

Wanita tiang keluarga.

Wanita tiang negara.

Baiknya kualitas wanita, insya Allah baik pula kualitas bangsanya.

Wanita adalah madrasah pertama anak-anak.

Apapun sarananya : sekolah formal atau sarana menuntut ilmu lainnya, wanita harus senantiasa memperkaya diri dengan ilmu. Demi mencetak generasi yang kelak menjadi sebaik-baiknya manusia, yaitu manusia yang paling bermanfaat. Bagi Tuhan, agama, orangtua, bangsa, dan lingkungan di sekitarnya.

Wallaahu a’lam bishshawaab. Semoga bermanfaat bagi kita semua, terutama para calon Ibu, pendidik para insan yang kelak memberatkan bobot bumi dengan ketaatan pada Sang Pencipta serta manfaat yang dia miliki.

“Rabbi habli minash sholihiin (Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shalih).

So u must be a smart women, be a independent women, and be a stronger women.. \(^.^)/


 

(Sumber : Tintaemasahliana)

Comments

Popular posts from this blog

Dibalik Kesibukan Kita

Kata seseorang, “Kata sibuk hanya keluar dari seseorang yang tidak bisa mengatur waktunya.”  Aku rasa kita bukanlah orang-orang sibuk, kita hanyalah orang yang diberikan bagitu banyak aktivitas. Mungkin kita lelah, tapi aku rasa itu adalah sebuah bentuk perlindungan yang manis. Bila kita mau memahami dari sudut pandang yang berbeda. Bila Allah memberikan begitu banyak amanah kepada kita, tidak hanya urusan diri sendiri, tapi juga amanah orang lain. Mungkin itu adalah sebuah bentuk perlindungan-Nya agar pikiran kita tidak terbang kemana-mana. Dia membuat waktu kita penuh dengan hal-hal yang bermanfaat. Pikiran kita dicurahkan untuk hal-hal yang jauh lebih penting daripada sekedar melamunkan seseorang. Membayang-bayangkan masa depan. Padahal masa depan itu adalah hari ini. Hari yang sedang kita jalani. Allah tidak ingin membiarkan kita memikirkan seseorang. Meski seseorang itu benar, tapi memikirkannya berlebihan bukanlah sebuah hal baik. Meski seseorang itu takdir, t...

Quotes by Ustadz Salim A Fillah

"Alangkah seringnya  Mentergesai kenikmatan tanpa ikatan  Membuat detik-detik di depan terasa hambar  Belajar dari ahli puasa  Ada dua kebahagiaan baginya  Saat berbuka  Dan saat Allah menyapa lembut memberikan pahala  Inilah puasa panjang syahwatku  Kekuatan ada pada menahan  Dan rasa nikmat itu terasa, di waktu buka yang penuh kejutan  Coba saja  Kalau Allah yang menghalalkan  Setitis cicipan surga  Kan menjadi shadaqah berpahala  Buku ini dipersembahkan untuk mereka yang lagi jatuh hati atau sedang pacaran bersama doi yang dipenuhi hasrat nikah dini tapi belum bernyali yang sedang menjalani proses penuh liku dan yang ingin melanggengkan masa-masa indah pernikahannya...”  ―  Salim Akhukum Fillah ,  Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan “Ada kata yang merangkum kesetaraan, perhatian, & cinta! Laki-laki & Perempuan saling mengenal, saling memahami, sal...

Pegangan Hidup - Prof Buya Hamka

Pernah di zaman Nabi Muhammad SAW didalam riwayat ada diceritakan Pada suatu hari kira-kira  pukul 09.00 pagi sepenggalah matahari naik , Rasul SAW berjalan dari rumahnya menuju mesjid ke dalam mesjid beliau yang mulia di madinah, ketika itu biasanya ada juga orang yang sembahyang di mesjid, sembahyang sunnah dhuha tapi umumnya masyarakat  sudah keluar dari rumahnya pagi-pagi bekerja menurut bidang masaing-masing, ada yang pergi bertani, yang pergi berniaga, yang pergi menggembalakan unta atau kambingnya, tinggallah beberapa orang saja.  Beliau lihat di sudut mesjid ada satu orang pemuda sedang duduk tafakkur termenung, mukanya kelihatan muram saja menunjukkan kesedihan yang terpendam dalam hatinya, Rasul SAW mendekat kepada pemuda yang tafakkur itu….Setelah dilihatnya Rasul SAW datang, dia pun menengadahkan  muka.  Rasul Saw pun bertanya: “mengapa disaat begini, engkau duduk tafakkur di dalam mesjid dan wajah mu kelihatan ada menampa...