Skip to main content

Posts

Cambuk Hati

Kau boleh dekati wanita itu,tapi harus tau maksud dan tujuan Kau boleh ungkap segala rasa, tapi harus tau maknanya Kau boleh raih apa yang kau mau, tapi pahami dulu jalannya Kau boleh kagum, tapi pikirkan lagi apa layak dikagumi Kau boleh cinta, tapi labuhkan dengan benar Itu semua Hak setiap orang... Pahami segala hal.. Telusuri semuannya.. Taukah kau ? Wanita itu....iya wanita itu..... sedang menjaga hatinya.. Apa kau tau ?  betapa sulit dia menjaga tentang segala perasaan yang berkecambuk.. Apa kau tau ?  betapa sulit dia menahan pandangan yg berkeliaran di depan mata.. Apa kau tau ?  betapa sulit dia menjaga tutur kata agar tidak terjadi ke salahpahaman perasaan.. Bisa kau rasakan  ? Bisa kau bayangkan ? Perasaan yang seharusnya indah ini berkecambuk... berkecambuk bukan karna 'salah' dari satu pihak.....tapi karna kedua belah pihak... Pahami.......seseorang yang sedang menjaga hati... Silvi Septiani

Papa……I LOVE YOU by Alika FPH

Beberapa minggu lalu dapat kabar tentang wafatnya Ayahhanda dari Alika..Innalillahi wainnailahi rajiun.. Kenangan-Kenangan Alika teman kuliahku, temen sholat magrib bareng, kadang duduk sebangku bareng, temen denger lagu bareng…simungil yang berhati tegar *uhuk* Ayahnya memang sudah lama keluar masuk rumah sakit karna menderita penyakit jantung jadi harus selalu cepat tindakan..minggu-mingu terakhir sebelum meninggal memang sudah pulang dari rumah sakit mungkin memang papa mau mengenang minggu2 terakhir di rumah bersama anak-anak beliau yaa :’) Banyak tweet yg di post untuk papa nya, gue pun sampai terharu :""""""""" Detik-Detik papa meninggalkanku………………………………………… Se papa meninggal papa selalu blg gini "Makanya doain papa sehat dong, papa mau sehat biar papa bisa masakin lika sm nisa makan buat saur" "Kalo bukan papa yg masak gak ada yg mau masak. Kalian cewe-cewe tp males bgt masak buat saur" ada pesan ...

PRIORITAS !

Kuliah Kerja Kuliah Kerja Kuliah kerja  ? Kerja Kuliah Kerja Kuliah Kerja Kuliah ? Entahlah dua kalimat tersebut bisa kalian bolak-balik dan mudah di ucap, tapi bisakah kalian prioritaskan dua-duanya ? -_____________________- Bisa Insya Allah bro dan sis, saya menjalani dua-duanya. Capek ga ? ditambah lagi agak salah jurusan *kenapa curhat* yg pasti CAPE pake bangett cuma sekarang bukan saatnya ngeluh wong udah keputusan dari awal buat apa di sesali terlebih lagi dapet dukungan penuh dari ibu bapak yg im so love them ❤ ❤ ❤ Dari dulu saya emng selalu PD (percaya diri) atas segala hal tentang restu orangtua,kalo udh dapet restu mereka bawaanya tenang aja tetep sih "Bad Think" selalu mewarnai kegalauan tentang masa depan kebayang2 kalo gagal "gimana ya IP semster ini ?" wisuda gue tepat waktu ga ya ?" bisakerja di perusahaan besar itu ga ya? " Ahhhhhhhh banyak sekali yang terbayang-bayang dalam benak saya dan mungkin anda semua pun sama :) Co...
DUNIA ALLAH JAMIN, AKHIRAT CARI SENDIRI! “Kesungguhanmu mengejar apa yang sudah dijamin untukmu dan kelalaianmu melaksanakan apa yang dituntut darimu, adalah bukti dari rabunnya mata hatimu” Apakah Allah Maha Mengetahui? Ya. Kalau begitu Allah tahu apa yang terjadi esok? Ya. Apakah Allah tahu kapan kita meninggal? Ya, Dia yang menentukan ajal. Apakah Allah tahu bagaiman rezeki kita selama hidup? Ya, Dia yang menentukan rezeki. Apakah Allah tahu suatu saat nanti kita akan menjadi kaya, miskin, punya jabatan tinggi atau nggak, dsb? Ya. Apakah Allah tahu segala apa yang terjadi di dunia dari awal hingga akhir nanti? Ya, Dia yang memprogram takdir dengan sempurna. Allah Maha Mengetahui segalanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya yang pertama kali diciptakan Allah adalah qalam (pena). Allah berfirman kepada qalam tersebut, “Tulislah”. Kemudian qalam berkata, “Wahai Rabbku, apa yang ak...
Jika suatu saat nanti kau jadi ibu   Jika suatu saat nanti kau jadi ibu,  Ketahuilah bahwa telah lama umat menantikan ibu yang mampu melahirkan pahlawan seperti Khalid bin Walid. Agar kaulah yang mampu menjawab pertanyaan Anis Matta dalam Mencari Pahlawan Indonesia: “Ataukah tak lagi ada wanita di negeri ini yang mampu melahirkan pahlawan? Seperti wanita-wanita Arab yang tak lagi mampu melahirkan lelaki seperti Khalid bin Walid?” Jika suatu saat nanti kau jadi ibu, jadilah seperti Asma’ binti Abu Bakar yang menjadi inspirasi dan mengobarkan motivasi anaknya untuk terus berjuang melawan kezaliman. “Isy kariman au mut syahiidan! (Hiduplah mulia, atau mati syahid!),” kata Asma’ kepada Abdullah bin Zubair. Maka Ibnu Zubair pun terus bertahan dari gempuran Hajjaj bin Yusuf as-Saqafi, ia kokoh mempertahankan keimanan dan kemuliaan tanpa mau tunduk kepada kezaliman. Hingga akhirnya Ibnu Zubair syahid. Namanya abadi dalam sejarah syuhada...
Untukmu Wahai Penuntut Ilmu… Syaikh Abdurrrahman bin Hasan rahimahullah berkata kepada saudara-saudaranya penuntut ilmu. “Yang aku wasiatkan kepada kalian dan juga kepada diriku agar kalian semua bertakwa kepada Allah, ikhlas mengharapkan wajah-Nya semata dalam meuntut ilmu, begitu juga dalam semua amalan. Agar kalian semua mendapat keuntungan berupa pahala yang besar. Wasapdalah terhadap orang yang mendewakan akal, yang menuntut ilmu hanya untuk berdebat dan membanggakan diri. Karena ini bentuk bahaya yang amat besar. Termasuk juga orang yang menuntut ilmu demi mendapatkan harta dunia dan kedudukan di mata manusia. ingin dijadikan  pemimpin diantara mereka dan mencari pujian. Inilah kerugian yang nyata.. Andaikan tidak ada larangan keras untuk harapan ini selain firman Allah ta’ala (yang artinya), ‘Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti Kami berikan balasan penuh atas amalan mereka di d...
Belenggu Wanita ??   Ko bisa ya hari gini masih mendengar ucapan “ngapain perempuan sekolah tinggi-tinggi atau pinter-pinter kalau ujung2nya CUMA ngurus anak doang.”  aku tahu kenapa harus jadi wanita cerdas sekolah tinggi bukan alasan untuk mencari pekerjaan. Karena menafkahi tugas seorang ayah.Sekolah tinggi bukan alasan untuk kepentingan gelar. Karena pada akhirnya, gelar bukan yang ditanya oleh-Nya.Toh menjadi cerdas bukan hanya dengan sekolah tinggi dan 80% kepandaian anak adalah dari ibunya . Menjadi wanita cerdas berarti menjadi ibu cerdas. Wanita cerdas untuk generasi cerdas. Jadi, stop menganggap rendah kegiatan “mengurus anak” ya. Apalagi menganggap wanita tidak perlu sampai pintar kalau hanya ingin mengurus anak atau tidak berkarir. Wanita tiang keluarga. Wanita tiang negara. Baiknya kualitas wanita, insya Allah baik pula kualitas bangsanya. Wanita adalah madrasah pertama anak-anak. Apapun sarananya : sekolah formal atau sarana menuntut ilmu lain...