Skip to main content

Posts

Sederhana

Sederhana itu memperindah semua. Yang berkuasa mulia. Yang jelata bermartabat. Yang kaya dicinta. Yang miskin terhormat.. Sederhana itu bukan kemegahan gemerlap; yang lebih mudah mengundang doa-doa yang tulus dan rahasia.. Dan juga cinta.. Sederhana memang membuat kita rendah; di mata para pihak yang mengukur kemuliaan dengan dunia. Ia kehinaan semu; tak ada ruginya.. Sederhana dalam makan, meringankan badan. Sederhana soal pakaian, meringankan perjalanan. Sederhana dalam papan, meringankan perjuangan.. Sederhana dalam fikir; memudahkan tindakan. Sederhana dalam tutur; memudahkan hubungan. Sederhana dalam tampil; memudahkan kepemimpinan.. Sederhana dalam takut menjauhkan maksiat. Sederhana dalam harap menguatkan taat. Sederhana dalam cinta melezatkan ibadat.. Sederhana dalam keluarga, mengeratkan ikatan; sederhana dalam berteman, mengikis dengki; sederhana dalam bermasyarakat, menegaskan hormat.. - Salim A. Fillah -

Sedekah Tak Selalu Rupiah

Siapkan nasi bungkus dari rumah. Berikan kepada yang kira-kira membutuhkan. Pedagang kecil. Pengemis. Orang gila. Pengamen. Anak terl antar, dan sebagainya. Semampunya. Misal 1 bungkus setiap harinya. Laundry/cucikan mukena secara berkala inventaris musholla yang ada di sekitar lingkungan kita. Bawa mukena ketika akan berpergian. Tinggalkan di masjid/musholla yang kita singgahi. Biar ia gantian dikenakan orang lain. Beli beberapa pasang sandal. Taruh di kantor atau musholla dan masjid untuk digunakan ketika berwudhu. Kumpulkan botol minuman plastik/botol bekas shampoo atau yang lain. Rusakkan dulu. Misal patahkan tutup botolnya, agar tidak disalahgunakan. Setelah terkumpul banyak, berikan kepada pemulung. Bagi kita, plastik atau botol bekas tersebut mungkin tak ada harganya. Tapi bagi mereka, benda-benda itulah alat penukar makan seharinya. Belilah barang diskonan di supermarket. Lebihkan. Sekali lagi, jangan memaksakan diri. Melainkan semampu kita. Detergen,...

10 Hal Penting Tentang Alasan (Belum) Menikah!

Love yourself before you love others! Buat saya ini penting banget, jadi jangan dibalik, yaa..  Saya masih sangat memegang teguh faktor bibit, bebet dan bobot. Nah, ini 10 hal yang menurut saya penting banget, secara saya salah satu #KorbanHarusIkutUrunanKawinanOrang, hehe.. 1. Support orangtua. Orangtua sudah berkorban banyak untuk kita, sehingga kita bisa sekolah tinggi dan sukses seperti sekarang. Sesudah lulus kuliah, sempatkan untuk berbakti pada orangtua, dalam bentuk support untuk kebutuhan orangtua kita. Jangan sampai, sesudah lulus kuliah, lalu menikah dan punya anak, kita hanya sibuk dengan urusan kita sendiri. 2. Teman-teman sudah menikah semua. Jangan memutuskan menikah hanya karena semua temanmu sudah menikah. Memangnya ada perlombaan, ya? Kalau memang belum ada yang cocok, so ? Yang penting, kamu happy dengan hidupmu. Berpikirlah positif! Selagi belum menikah, kamu bisa bebas merencanakan banyak hal dalam hidupmu, mulai dari pergi liburan, me...

Kesempatan

biar saja sudah berlalu untuk apa aku sesali. bahwa kesempatan itu cuma datang sekali lalu aku salahkan siapa saat ini ? tidak ada yang disalahkan termasuk diriku sendiri biar saja semua terlewati, begitu saja tak usah melulu terlalu dipikirkan tunggu, aku tidak pernah menyiakan kesempatan. catat itu ! aku hanya belum terlalu yakin. sudah itu saja mungkin ini hanya 'ujian' kesempatan kesempatan saja ada ujiannya, ahh ! tidak semua kesempatan harus kita ambil kalo belum mampu buat apa ?   masih ada kesempatan lain, bukan ? jadi marilah berjalan menatap kedepan. Sore Mendung Silvi Septiani

Kisah Cinta Senja Termanis

Kisah Cinta Senja Termanis (OST.Grey & Jingga) Senja membekuk jingga sinaran Terbias kelabu perlahan Melantunkan nada-nada tentang cinta Kadang benci jadi rindu terbiasa lenyap dalam alunan nada-nadanya Kisah cinta senja termanis, manis... Karena cinta takkan menunggu, dia merindukanmu Sadarkah ia telah jadi penakluk Angkuh hatimu tertawan Melantunkan nada-nada tentang cinta Kadang benci jadi rindu terbiasa lenyap dalam alunan nada-nadanya Kisah cinta senja termanis, manis... Karena cinta takkan berdusta, kau merindukannya

Interprestasi Hujan Bulan Juni

Ini salah satu kutipan dalam Novel ‘Tuhan Maha Romantis’. Ceritanya Rijal Rafsanjani & Annisa Larasaty masing-masing diminta untuk menginterpretasikan puisi Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono, saat perasaan keduanya…. ah sudahlah . Ada yang suka puisi ini, seperti saya? :)   Rijal Rafsanjani Hujan Bulan Juni Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu 1  Kepada hujan, barangkali kita memang perlu mengucapkan terima kasih yang dalam. Hadirnya telah membuat apa-apa yang tak terungkap tetap rahasia. Karena ternyata, hujan tak hanya menghapus rintik rindu, tapi juga melarutkan kenangan-kenangan. Membawanya pergi entah ke mana, sebab laut tak pernah sanggup jadi muara buat segala. Jadilah kita tetap sendiri-sendiri­—aku sendiri, kamu sendiri. Dan tak perlu lagi kita bicara janji. Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di ja...

Perhatikan aku, tuan !

Bolehkah aku meminta segenggam   perhatianmu untuk selamanya ? Aku berjalan di muka bumi dengan kesendirian tanpa jeda meski semuanya terlihat baik-baik saja tapi dikeramaian aku selalu tampil sempurna hingga tak ada yang bisa membaca bagaimana keadaanku. Iya aku pandai menyimpan rasa.  Genggamlah tanganku saat hujan turun, aku tak pernah takut saat hujan datang bahkan aku bersyukur karna itu sebuah anugerah dari maha pecipta. Aku hanya takut meyendiri dan jatuh di tengah dinginnya hujan tanpa ada yang mendampingi, jika kamu disana saat ku jatuh mungkin kamu orang pertama yang membangunkan dan memberikan perhatian lebih padaku.   09.38 ruang sunyi Silvi Septiani