Skip to main content

10 Hal Penting Tentang Alasan (Belum) Menikah!

Love yourself before you love others!
Buat saya ini penting banget, jadi jangan dibalik, yaa..  Saya masih sangat memegang teguh faktor bibit, bebet dan bobot. Nah, ini 10 hal yang menurut saya penting banget, secara saya salah satu #KorbanHarusIkutUrunanKawinanOrang, hehe..

1. Support orangtua.

Orangtua sudah berkorban banyak untuk kita, sehingga kita bisa sekolah tinggi dan sukses seperti sekarang. Sesudah lulus kuliah, sempatkan untuk berbakti pada orangtua, dalam bentuk support untuk kebutuhan orangtua kita.
Jangan sampai, sesudah lulus kuliah, lalu menikah dan punya anak, kita hanya sibuk dengan urusan kita sendiri.

2. Teman-teman sudah menikah semua.

Jangan memutuskan menikah hanya karena semua temanmu sudah menikah. Memangnya ada perlombaan, ya? Kalau memang belum ada yang cocok, so?
Yang penting, kamu happy dengan hidupmu. Berpikirlah positif! Selagi belum menikah, kamu bisa bebas merencanakan banyak hal dalam hidupmu, mulai dari pergi liburan, melanjutkan pendidikan atau berkarir di kota lain atau bahkan di luar negeri, dan seterusnya.

3. Don’t settle for less. 

Jangan hanya karena takut nggak akan ada yang melamarmu, lalu kamu meng-iya-kan saja ajakan menikah dari lelaki yang kamu nggak cinta, kamu nggak sreg sama keluarganya, atau sejuta alasan lainnya.
Menikah itu keputusan penting, lho.. don’t ever settle for less!

4. Takut tua sendirian.

Menikah karena takut tua sendirian? Orang menikah bisa bercerai. Pasangan pun bisa meninggal. Aduh, alasan ini nggak valid banget, deh!

5. Sudah mapan?

Semapan apakah kamu? Apalagi untuk laki-laki. Sudah siap menghidupi anak orang? Kenyataannya, cinta aja nggak cukup, lho.. Memutuskan untuk berumahtangga jelas memiliki konsekuensi finansial, pastikan kamu bertanggung jawab atas pilihanmu, ya!

6. We want the married life. 

Iya sih.. melihat teman-teman yang sudah menikah kayaknya asyik. Cobalah berpikir positif. Selama belum menikah, kita bisa melakukan banyak hal secara independen. Contohnya, nih.. we earn our own money. Bisa belanja sesuka hati, pergi liburan dan bersenang-senang.
Kalau ternyata memang belum ketemu pasangan yang pas, it’s ok! Menikah seharusnya membuat standar hidup kita lebih baik, lho.. jangan sampai sebaliknya!

7. Being (financially) selective. 

Pastikan untuk cek background pasanganmu. Apakah dia punya hutang? Sebesar apa perannya dalam men-support keluarganya? Suka nggak suka, masalah keuangan sering banget menjadi bom waktu dalam sebuah pernikahan. Jadi, nggak ada salahnya cek dan ricek, ya!

8. Takut jadi perawan tua.  

Haloooo, this is 2016! Liat deh, cewek-cewek umur 40 sekarang, they look even more gorgeous compared to when they were 20! That’s what success made you.
 Lagipula, age is only a number with different responsibility, right?

9. Ketemu pasangan yang cocok. 

Ini penting banget! Yang kita cari itu kan life partner, bukan sekedar status. Pastinya harus cari yang cocok, dong. You deserve to be happy!

10. Demi karir. 

Ada orang yang menikah supaya karirnya meningkat. Ada juga orang yang belum menikah, demi mengutamakan perkembangan karirnya. Nggak ada yang salah, kok. Setiap orang punya pertimbangan masing-masing.
Hey, no pain no gain. Yang menjalani hidup itu kamu, nggak usah mikirin komentar orang lain. Go for it! Reach out your wildest dreams because you deserve it! 
Buat saya alasan menikah itu cuma dua: because I love him and I want to spend the rest of my life with him. That’s all.
Buat kamu yang mau menikah, you can look forward to a happy married life!
In the mean time, enjoy your happy single life, girls! 

Sumber disini

Comments

Popular posts from this blog

Dibalik Kesibukan Kita

Kata seseorang, “Kata sibuk hanya keluar dari seseorang yang tidak bisa mengatur waktunya.”  Aku rasa kita bukanlah orang-orang sibuk, kita hanyalah orang yang diberikan bagitu banyak aktivitas. Mungkin kita lelah, tapi aku rasa itu adalah sebuah bentuk perlindungan yang manis. Bila kita mau memahami dari sudut pandang yang berbeda. Bila Allah memberikan begitu banyak amanah kepada kita, tidak hanya urusan diri sendiri, tapi juga amanah orang lain. Mungkin itu adalah sebuah bentuk perlindungan-Nya agar pikiran kita tidak terbang kemana-mana. Dia membuat waktu kita penuh dengan hal-hal yang bermanfaat. Pikiran kita dicurahkan untuk hal-hal yang jauh lebih penting daripada sekedar melamunkan seseorang. Membayang-bayangkan masa depan. Padahal masa depan itu adalah hari ini. Hari yang sedang kita jalani. Allah tidak ingin membiarkan kita memikirkan seseorang. Meski seseorang itu benar, tapi memikirkannya berlebihan bukanlah sebuah hal baik. Meski seseorang itu takdir, t...

Quotes by Ustadz Salim A Fillah

"Alangkah seringnya  Mentergesai kenikmatan tanpa ikatan  Membuat detik-detik di depan terasa hambar  Belajar dari ahli puasa  Ada dua kebahagiaan baginya  Saat berbuka  Dan saat Allah menyapa lembut memberikan pahala  Inilah puasa panjang syahwatku  Kekuatan ada pada menahan  Dan rasa nikmat itu terasa, di waktu buka yang penuh kejutan  Coba saja  Kalau Allah yang menghalalkan  Setitis cicipan surga  Kan menjadi shadaqah berpahala  Buku ini dipersembahkan untuk mereka yang lagi jatuh hati atau sedang pacaran bersama doi yang dipenuhi hasrat nikah dini tapi belum bernyali yang sedang menjalani proses penuh liku dan yang ingin melanggengkan masa-masa indah pernikahannya...”  ―  Salim Akhukum Fillah ,  Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan “Ada kata yang merangkum kesetaraan, perhatian, & cinta! Laki-laki & Perempuan saling mengenal, saling memahami, sal...

Pegangan Hidup - Prof Buya Hamka

Pernah di zaman Nabi Muhammad SAW didalam riwayat ada diceritakan Pada suatu hari kira-kira  pukul 09.00 pagi sepenggalah matahari naik , Rasul SAW berjalan dari rumahnya menuju mesjid ke dalam mesjid beliau yang mulia di madinah, ketika itu biasanya ada juga orang yang sembahyang di mesjid, sembahyang sunnah dhuha tapi umumnya masyarakat  sudah keluar dari rumahnya pagi-pagi bekerja menurut bidang masaing-masing, ada yang pergi bertani, yang pergi berniaga, yang pergi menggembalakan unta atau kambingnya, tinggallah beberapa orang saja.  Beliau lihat di sudut mesjid ada satu orang pemuda sedang duduk tafakkur termenung, mukanya kelihatan muram saja menunjukkan kesedihan yang terpendam dalam hatinya, Rasul SAW mendekat kepada pemuda yang tafakkur itu….Setelah dilihatnya Rasul SAW datang, dia pun menengadahkan  muka.  Rasul Saw pun bertanya: “mengapa disaat begini, engkau duduk tafakkur di dalam mesjid dan wajah mu kelihatan ada menampa...