Skip to main content

Cerita Bebas : Surah Ar-Rahman

Matahari mulai menghilang dari pandangan cukup indah dengan warna jingga keemasan dan suara adzan mengema syahdu terlihat di seberang sana dua sosok wanita berkerudung biru dan hitam. Satu menggunakan hijab yang bisa dibilang syar’i serta rok motif bunga dan tak lupa kaos kaki cream yang tak pernah ketinggalan. Disebelahnya wanita berhijab biasa menggunakan celana jeans dan tanpa kaos kaki. fisa dan zia, dua wanita remaja yang sedang berjalan menuju masjid terdekat di kampusnya untuk menunaikan solat magrib. Azan sudah selesai berkumandang, iqamah mulai terdengar imam pun mulai bertakbir tak lama para makmum mengikuti dengan sangat khusyuk.

*******

“sudah selesai solatnya fisa ?”

“sudah, kamu duluan saja ke ruang kelas ya zia!.”

“sebentar aku mau tanya dulu. kamu mau baca surah ar-rahman ya? kenapa mesti ar-rahman?.”

“ini surah kesayanganku zia, banyak makna diayat-ayatnya atas nikmat yang Allah berikan kepada kita dari mulai kita berada didunia hingga di akhirat.”

“kok sayangnya sama ar-rahman aja, surah yang lain engga ?.”

“emang ga boleh setiap orang punya surah kesayangan kan ga dilarang yang penting kita tetep baca semua surah-surah di al-quran. Ini surah pegantin juga loh.”

“surah pegantin, maksudmu gimana ?.”

“iya, surah ini banyak yang dijadikan permintaan wanita untuk para calon suami dibaca saat menikah.”

“wow keren, kamu hafal?.”

“alhamdulillah, insya Allah.”

“cieeeeeeee, biar bisa baca bareng ya sama calon suami.”

“Hahahaha, engga juga kok memang aku suka semua makna di surah itu.”








Silvi Septiani

Comments

Popular posts from this blog

Dibalik Kesibukan Kita

Kata seseorang, “Kata sibuk hanya keluar dari seseorang yang tidak bisa mengatur waktunya.”  Aku rasa kita bukanlah orang-orang sibuk, kita hanyalah orang yang diberikan bagitu banyak aktivitas. Mungkin kita lelah, tapi aku rasa itu adalah sebuah bentuk perlindungan yang manis. Bila kita mau memahami dari sudut pandang yang berbeda. Bila Allah memberikan begitu banyak amanah kepada kita, tidak hanya urusan diri sendiri, tapi juga amanah orang lain. Mungkin itu adalah sebuah bentuk perlindungan-Nya agar pikiran kita tidak terbang kemana-mana. Dia membuat waktu kita penuh dengan hal-hal yang bermanfaat. Pikiran kita dicurahkan untuk hal-hal yang jauh lebih penting daripada sekedar melamunkan seseorang. Membayang-bayangkan masa depan. Padahal masa depan itu adalah hari ini. Hari yang sedang kita jalani. Allah tidak ingin membiarkan kita memikirkan seseorang. Meski seseorang itu benar, tapi memikirkannya berlebihan bukanlah sebuah hal baik. Meski seseorang itu takdir, t...

Quotes by Ustadz Salim A Fillah

"Alangkah seringnya  Mentergesai kenikmatan tanpa ikatan  Membuat detik-detik di depan terasa hambar  Belajar dari ahli puasa  Ada dua kebahagiaan baginya  Saat berbuka  Dan saat Allah menyapa lembut memberikan pahala  Inilah puasa panjang syahwatku  Kekuatan ada pada menahan  Dan rasa nikmat itu terasa, di waktu buka yang penuh kejutan  Coba saja  Kalau Allah yang menghalalkan  Setitis cicipan surga  Kan menjadi shadaqah berpahala  Buku ini dipersembahkan untuk mereka yang lagi jatuh hati atau sedang pacaran bersama doi yang dipenuhi hasrat nikah dini tapi belum bernyali yang sedang menjalani proses penuh liku dan yang ingin melanggengkan masa-masa indah pernikahannya...”  ―  Salim Akhukum Fillah ,  Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan “Ada kata yang merangkum kesetaraan, perhatian, & cinta! Laki-laki & Perempuan saling mengenal, saling memahami, sal...

Pegangan Hidup - Prof Buya Hamka

Pernah di zaman Nabi Muhammad SAW didalam riwayat ada diceritakan Pada suatu hari kira-kira  pukul 09.00 pagi sepenggalah matahari naik , Rasul SAW berjalan dari rumahnya menuju mesjid ke dalam mesjid beliau yang mulia di madinah, ketika itu biasanya ada juga orang yang sembahyang di mesjid, sembahyang sunnah dhuha tapi umumnya masyarakat  sudah keluar dari rumahnya pagi-pagi bekerja menurut bidang masaing-masing, ada yang pergi bertani, yang pergi berniaga, yang pergi menggembalakan unta atau kambingnya, tinggallah beberapa orang saja.  Beliau lihat di sudut mesjid ada satu orang pemuda sedang duduk tafakkur termenung, mukanya kelihatan muram saja menunjukkan kesedihan yang terpendam dalam hatinya, Rasul SAW mendekat kepada pemuda yang tafakkur itu….Setelah dilihatnya Rasul SAW datang, dia pun menengadahkan  muka.  Rasul Saw pun bertanya: “mengapa disaat begini, engkau duduk tafakkur di dalam mesjid dan wajah mu kelihatan ada menampa...