Skip to main content

JLEB !

Assalammualikum...
Daku muncul kembali di dunia perblogan terhits :p
Baru banget tiba di kantor nyalain komputer duduk manis dan tetiba gue pengen banget ngeblog segala percakapan weekend lalu. Percakapan pertama di mulai dari saudara sepupu gue yang umurnya beda 10 tahun, dia lagi main ke jakarta sama adiknya yang tinggal dipurwodadi jawa tengah. Mereka wanita tangguh yang rantau demi kuliah. Daku mah apa atuh :'(
Percakapan dimulai saat gue tidur dikosannya.

"Kamu tuh udah dewasa dek, jadi kakak yang baik. Bilangin adikmu kalo bandel pas ndak ada ibu bapak biar masuk ke kupingnya.Bilangin aja pelan-pelan nanti juga lama kelamaan sadar. "

Dan gue jawab "iya mbak nanti tak bilangin."

Darisini gue masih merasa belum jadi kakak yang baik. Kaka sepupu gue memang cihuy dia kaka paling disayang sama adiknya. Dia kerja ke jakarta buat biayain kuliah adiknya di solo. Gue selalu belajar dari dia, niat buat bahagian pakde bude dan sepupu gue emang berkobar. Dan harapan gue pun cuma satu "Bisa jadi panutan yang baik dan kaka paling disayang." 

"Kok ndak nelpon mbah putri pas lebaran sih ? Kamu kan anak pertama kalo toh ya ibu bapak ndak pulang ke jawa kamu yang harus ada inisatif nelpon. Kamu tuh sekeluarga yang paling di nanti sama mbah putri."

Gue diem--------------------

Pun juga darisini, gue lupa masih ada mbah putri dan saudara lainnya di kampung bapake. Gue masih kaya anak kecil yang apa-apa mesti disuruh dulu. Gue ga ada kepikiran buat sambung komunikasi dengan saudara disana padahal saudara kandung banget yang udah mulai gendong gue pas masih bayi. Dan besoknya gue mulai menelpon keluarga disana. Ah sil kapan dewasanya sik !
Ada beberapa hal lagi sih nasehat lainnya cuma yang paling jlebb yaaa ini :(

Percakapan kedua terjadi di hari Minggu pas gue halal bihalal sama kawan lama. Cuma dikit doang sih percakapannya cuma gue kepikiran aja nanti sama calon suami gue wkwkwk. Ini yang ngomong seorang cowo dia kawan pas sekolah dulu.

"Cill, lo sidang kapan ?" tanya dia
"Tanggal 14 agustus bro" gue jawab selow
"Eh itu udah kelar semua tinggal sidang?" Nanya dia balik
"Iya masih ada revisian sih, cuma seminggu sebelum hari H gue harus kelarin." selow banget
"Nanti lo abis sidang masih kuliah." nanya mulu -_-
"Enggalah, gue kan tinggal nunggu pengumuman sama wisuda. Itu juga kalo lancar haha." selowable
"Kalo lo udah lulus ini, lo mau ngapain deh ?" nanya lagi hvft
"Gue sih mau lanjut kuliah lagi, mau cari kerjaan baru. Banyak sih rencana mah." Mulai lelah wkwk
"Oh gitu, tapi jangan lupa masak!"Seruan agak nyantai
"Masak bro ? maksud lo gimana ?"
"Iya lah nih lo pinter doang cil tapi kalo ga bisa masak apa gunanya." sambil tawa
"Kamvrettt jlebbbbbb" mulai garuk-garuk aspal

Masak ? Percayalah wahai calon imamku. Daku lagi belajar masak banget, meskipun baru beberapa menu itu juga oseng-oseng biasa. Yaaa meskipun gue cuek cuma kalo masalah gini mah tetep ya belajar diem-diem pake resep :p

Darisini gue mulai termotivasi eh engga deng udah dari pas kuliah semester 4 lah kira-kira mau belajar karna temen-temen gue yang cewe udah pada bisa masak, jangan yang cewe yang cowo juga udah pada bisa masak fiuhhhhh~~~ Sekian cerita JLEB dari gue yang entah mimpi apa weekend lalu gue mulai dapet hidayah. ALHAMDULILAHHHHH :p

Wassalammulaikum


Salam hangat,
Sisil

Comments

Popular posts from this blog

Dibalik Kesibukan Kita

Kata seseorang, “Kata sibuk hanya keluar dari seseorang yang tidak bisa mengatur waktunya.”  Aku rasa kita bukanlah orang-orang sibuk, kita hanyalah orang yang diberikan bagitu banyak aktivitas. Mungkin kita lelah, tapi aku rasa itu adalah sebuah bentuk perlindungan yang manis. Bila kita mau memahami dari sudut pandang yang berbeda. Bila Allah memberikan begitu banyak amanah kepada kita, tidak hanya urusan diri sendiri, tapi juga amanah orang lain. Mungkin itu adalah sebuah bentuk perlindungan-Nya agar pikiran kita tidak terbang kemana-mana. Dia membuat waktu kita penuh dengan hal-hal yang bermanfaat. Pikiran kita dicurahkan untuk hal-hal yang jauh lebih penting daripada sekedar melamunkan seseorang. Membayang-bayangkan masa depan. Padahal masa depan itu adalah hari ini. Hari yang sedang kita jalani. Allah tidak ingin membiarkan kita memikirkan seseorang. Meski seseorang itu benar, tapi memikirkannya berlebihan bukanlah sebuah hal baik. Meski seseorang itu takdir, t...

Quotes by Ustadz Salim A Fillah

"Alangkah seringnya  Mentergesai kenikmatan tanpa ikatan  Membuat detik-detik di depan terasa hambar  Belajar dari ahli puasa  Ada dua kebahagiaan baginya  Saat berbuka  Dan saat Allah menyapa lembut memberikan pahala  Inilah puasa panjang syahwatku  Kekuatan ada pada menahan  Dan rasa nikmat itu terasa, di waktu buka yang penuh kejutan  Coba saja  Kalau Allah yang menghalalkan  Setitis cicipan surga  Kan menjadi shadaqah berpahala  Buku ini dipersembahkan untuk mereka yang lagi jatuh hati atau sedang pacaran bersama doi yang dipenuhi hasrat nikah dini tapi belum bernyali yang sedang menjalani proses penuh liku dan yang ingin melanggengkan masa-masa indah pernikahannya...”  ―  Salim Akhukum Fillah ,  Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan “Ada kata yang merangkum kesetaraan, perhatian, & cinta! Laki-laki & Perempuan saling mengenal, saling memahami, sal...

Pegangan Hidup - Prof Buya Hamka

Pernah di zaman Nabi Muhammad SAW didalam riwayat ada diceritakan Pada suatu hari kira-kira  pukul 09.00 pagi sepenggalah matahari naik , Rasul SAW berjalan dari rumahnya menuju mesjid ke dalam mesjid beliau yang mulia di madinah, ketika itu biasanya ada juga orang yang sembahyang di mesjid, sembahyang sunnah dhuha tapi umumnya masyarakat  sudah keluar dari rumahnya pagi-pagi bekerja menurut bidang masaing-masing, ada yang pergi bertani, yang pergi berniaga, yang pergi menggembalakan unta atau kambingnya, tinggallah beberapa orang saja.  Beliau lihat di sudut mesjid ada satu orang pemuda sedang duduk tafakkur termenung, mukanya kelihatan muram saja menunjukkan kesedihan yang terpendam dalam hatinya, Rasul SAW mendekat kepada pemuda yang tafakkur itu….Setelah dilihatnya Rasul SAW datang, dia pun menengadahkan  muka.  Rasul Saw pun bertanya: “mengapa disaat begini, engkau duduk tafakkur di dalam mesjid dan wajah mu kelihatan ada menampa...