Skip to main content

Jadilah Gadis yang Ceria

Cantik itu tidak selalu sepaket dengan menarik. Jika merasa diri enggak cantik, jadilah pribadi yang menarik; yang ceria, yang mudah bahagia, yang santun tuturnya.
Cantik bisa bikin bosan, tapi tidak dengan keceriaan seseorang. Tapi tidak dengan kepribadian menyenangkan seseorang. Karena bahagia itu menular, tapi tidak dengan cantik.
Seorang lelaki akan tertular bahagia jika wanita yang disukainya diam-diam itu bahagia. Tapi seorang lelaki tidak akan menjadi cantik hanya karena melototin wanita cantik setiap detik. Coba bayangkan jika cantik itu menulur, nanti banyak lelaki cantik berkeliaran dong, kan repot. 
Duh, Dek, jadilah gadis yang ceria saja dulu. Karena banyak di luar sana yang mengejar-ngejar pengin tampak cantik malah jadinya pusing sendiri, malah jadinya ribet sendiri, malah jadinya suka dikit-dikit ngeluh, dan imbasnya aura kecantikannya malah memudar.
Entah saya saja atau banyak orang, melihat seorang perempuan tertawa tampak cantiknya naik beberapa tingkat. Senyum masih bisa dimanipulasi dengan halus, tapi tidak dengan tertawa. 
Lebih mudah mengenali mana yang tertawa dengan tulus dari pada yang senyum dengan tulus.
Jika ingin melihat kecantikan perempuan yang tanpa rekayasa, buatlah dia tertawa, kemudian amati. Di sanalah letak cantiknya yang sebenarnya–entah ketika dia tertawa terbahak lalu sadar kemudian menutupi mulutnya, atau dia yang tertawa sambil menutupi mulutnya.
Dengan kamu yang mudah bahagia dan ceria, kamu turut membuat dirimu tampak lebih cantik sekaligus menarik. 
via disini

Comments

Popular posts from this blog

Dibalik Kesibukan Kita

Kata seseorang, “Kata sibuk hanya keluar dari seseorang yang tidak bisa mengatur waktunya.”  Aku rasa kita bukanlah orang-orang sibuk, kita hanyalah orang yang diberikan bagitu banyak aktivitas. Mungkin kita lelah, tapi aku rasa itu adalah sebuah bentuk perlindungan yang manis. Bila kita mau memahami dari sudut pandang yang berbeda. Bila Allah memberikan begitu banyak amanah kepada kita, tidak hanya urusan diri sendiri, tapi juga amanah orang lain. Mungkin itu adalah sebuah bentuk perlindungan-Nya agar pikiran kita tidak terbang kemana-mana. Dia membuat waktu kita penuh dengan hal-hal yang bermanfaat. Pikiran kita dicurahkan untuk hal-hal yang jauh lebih penting daripada sekedar melamunkan seseorang. Membayang-bayangkan masa depan. Padahal masa depan itu adalah hari ini. Hari yang sedang kita jalani. Allah tidak ingin membiarkan kita memikirkan seseorang. Meski seseorang itu benar, tapi memikirkannya berlebihan bukanlah sebuah hal baik. Meski seseorang itu takdir, t...

Quotes by Ustadz Salim A Fillah

"Alangkah seringnya  Mentergesai kenikmatan tanpa ikatan  Membuat detik-detik di depan terasa hambar  Belajar dari ahli puasa  Ada dua kebahagiaan baginya  Saat berbuka  Dan saat Allah menyapa lembut memberikan pahala  Inilah puasa panjang syahwatku  Kekuatan ada pada menahan  Dan rasa nikmat itu terasa, di waktu buka yang penuh kejutan  Coba saja  Kalau Allah yang menghalalkan  Setitis cicipan surga  Kan menjadi shadaqah berpahala  Buku ini dipersembahkan untuk mereka yang lagi jatuh hati atau sedang pacaran bersama doi yang dipenuhi hasrat nikah dini tapi belum bernyali yang sedang menjalani proses penuh liku dan yang ingin melanggengkan masa-masa indah pernikahannya...”  ―  Salim Akhukum Fillah ,  Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan “Ada kata yang merangkum kesetaraan, perhatian, & cinta! Laki-laki & Perempuan saling mengenal, saling memahami, sal...

Pegangan Hidup - Prof Buya Hamka

Pernah di zaman Nabi Muhammad SAW didalam riwayat ada diceritakan Pada suatu hari kira-kira  pukul 09.00 pagi sepenggalah matahari naik , Rasul SAW berjalan dari rumahnya menuju mesjid ke dalam mesjid beliau yang mulia di madinah, ketika itu biasanya ada juga orang yang sembahyang di mesjid, sembahyang sunnah dhuha tapi umumnya masyarakat  sudah keluar dari rumahnya pagi-pagi bekerja menurut bidang masaing-masing, ada yang pergi bertani, yang pergi berniaga, yang pergi menggembalakan unta atau kambingnya, tinggallah beberapa orang saja.  Beliau lihat di sudut mesjid ada satu orang pemuda sedang duduk tafakkur termenung, mukanya kelihatan muram saja menunjukkan kesedihan yang terpendam dalam hatinya, Rasul SAW mendekat kepada pemuda yang tafakkur itu….Setelah dilihatnya Rasul SAW datang, dia pun menengadahkan  muka.  Rasul Saw pun bertanya: “mengapa disaat begini, engkau duduk tafakkur di dalam mesjid dan wajah mu kelihatan ada menampa...