Skip to main content

Jatuh !

Adakala segala yang terlihat mudah menjadi sukar dan yang terlihat sukar dijalani dengan mudah.
Perencanaan yang matang hilang sirna begitu saja tanpa pamit berkata-kata, karna memang sebaik-baiknya rencana manusia ada rencana dari-Nya yang jauh lebih baik.
Pengharapan demi pengharapan mulai pupus ditengah proses, karna harap amat perlu untuk ego semangat dalam diri tapi manusia memang hina terlalu berharap bukan pada sang Pencipta mungkin dengan makluk sesama tidak begitu semestinya

Hidup adalah sebuah ujian. Proses demi proses harus dilalui adakala kita ditinggikan dan dijatuhkan.
Kita bisa dengan mudah membenci seseorang, kita bisa pula mencintai seseorang yang sangat menawan. Kita bisa kecewa dengan seseorang. Kita bisa percaya dengan seseorang sebaliknya ada yang membenci kita, mencintai kita, percaya bahkan kecewa terhadap kita.

Segala apapun yang terjadi di hidup ini merupakan ujian, bagaimana diri kita bisa melalui proses tersebut. Hari ini detik ini kita manusia yang ego sedang dalam proses jatuh . Jatuh dari impian, jatuh dari harapan, jatuh dari angan-angan, serta  jatuh cinta.

"Jangan takut akan jatuh, jalani saja semua dengan harap ridho-Nya"



Hujan itu bagus kalau jatuh.
Kayak bintang kala jatuh.
Kaya daun kala jatuh.
Kenapa kita harus takut jatuh?
Semua pasti pernah jatuh. (Teman Imaji, 2014)
















Pulogadung,13.02 | Silvi Septiani




Comments

  1. Postingan tentang Jatuh bagus mbak. Akan lebih bagus lagi kalo sumber gambarnya dicantumin.

    ReplyDelete
  2. Hidup memang perihal jatuh dan bangkit seorang diri kalau kata adimasnuel

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Dibalik Kesibukan Kita

Kata seseorang, “Kata sibuk hanya keluar dari seseorang yang tidak bisa mengatur waktunya.”  Aku rasa kita bukanlah orang-orang sibuk, kita hanyalah orang yang diberikan bagitu banyak aktivitas. Mungkin kita lelah, tapi aku rasa itu adalah sebuah bentuk perlindungan yang manis. Bila kita mau memahami dari sudut pandang yang berbeda. Bila Allah memberikan begitu banyak amanah kepada kita, tidak hanya urusan diri sendiri, tapi juga amanah orang lain. Mungkin itu adalah sebuah bentuk perlindungan-Nya agar pikiran kita tidak terbang kemana-mana. Dia membuat waktu kita penuh dengan hal-hal yang bermanfaat. Pikiran kita dicurahkan untuk hal-hal yang jauh lebih penting daripada sekedar melamunkan seseorang. Membayang-bayangkan masa depan. Padahal masa depan itu adalah hari ini. Hari yang sedang kita jalani. Allah tidak ingin membiarkan kita memikirkan seseorang. Meski seseorang itu benar, tapi memikirkannya berlebihan bukanlah sebuah hal baik. Meski seseorang itu takdir, t...

Quotes by Ustadz Salim A Fillah

"Alangkah seringnya  Mentergesai kenikmatan tanpa ikatan  Membuat detik-detik di depan terasa hambar  Belajar dari ahli puasa  Ada dua kebahagiaan baginya  Saat berbuka  Dan saat Allah menyapa lembut memberikan pahala  Inilah puasa panjang syahwatku  Kekuatan ada pada menahan  Dan rasa nikmat itu terasa, di waktu buka yang penuh kejutan  Coba saja  Kalau Allah yang menghalalkan  Setitis cicipan surga  Kan menjadi shadaqah berpahala  Buku ini dipersembahkan untuk mereka yang lagi jatuh hati atau sedang pacaran bersama doi yang dipenuhi hasrat nikah dini tapi belum bernyali yang sedang menjalani proses penuh liku dan yang ingin melanggengkan masa-masa indah pernikahannya...”  ―  Salim Akhukum Fillah ,  Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan “Ada kata yang merangkum kesetaraan, perhatian, & cinta! Laki-laki & Perempuan saling mengenal, saling memahami, sal...

Pegangan Hidup - Prof Buya Hamka

Pernah di zaman Nabi Muhammad SAW didalam riwayat ada diceritakan Pada suatu hari kira-kira  pukul 09.00 pagi sepenggalah matahari naik , Rasul SAW berjalan dari rumahnya menuju mesjid ke dalam mesjid beliau yang mulia di madinah, ketika itu biasanya ada juga orang yang sembahyang di mesjid, sembahyang sunnah dhuha tapi umumnya masyarakat  sudah keluar dari rumahnya pagi-pagi bekerja menurut bidang masaing-masing, ada yang pergi bertani, yang pergi berniaga, yang pergi menggembalakan unta atau kambingnya, tinggallah beberapa orang saja.  Beliau lihat di sudut mesjid ada satu orang pemuda sedang duduk tafakkur termenung, mukanya kelihatan muram saja menunjukkan kesedihan yang terpendam dalam hatinya, Rasul SAW mendekat kepada pemuda yang tafakkur itu….Setelah dilihatnya Rasul SAW datang, dia pun menengadahkan  muka.  Rasul Saw pun bertanya: “mengapa disaat begini, engkau duduk tafakkur di dalam mesjid dan wajah mu kelihatan ada menampa...